OBYEK WISATA DI KOTA MEDAN

Jumat, Juni 17, 2011

Objek Wisata di kota Medan
Nah, jangan ngaku kamu anak medan kalau kamu belum tau nih,
Wajib tau nih, kalau Medan itu sebenarnya Kaya akan Obyek Wisata,
mulai itu Wisata Alamnya, Wisata Sejarahnya, Wisata Budaya, Wisata Religius, Wisata kuliner, Wisata Minat Khusus, Wisata Olahraga, dan Wisata Belanjanya,.....
Jadi, sekarang Titin mau ngajak kalian semua keliling Medan,.......
Sudah siap tuk berpetualang?? Let's goooo........ :)


          pastinya kita dah familiar banget sama yang namanya kota Medan



WISATA ALAM DI KOTA MEDAN




1.Pelabuhan Belawan



 Pelabuhan belawan memiliki area kerja sekitar 12.072,33 hektar yang terdiri dari Pangkalan Belawan Lama, Pangkalan Ujunug Baru, Pangkalan Citra, Terminal Peti Kemas, Konvensional Gabion, dan terminal Penumpang. Pelabuhan ini memiliki empat darmaga dua diantaranya mampu menyandarkan kapal dengan bobot masing-masing sebesar 7000 ton. Dengan statistik tersebut, tak heran Pelabuhan ini menjadi pelabujan terpenting di Pulau Sumatera. Aktivitas Ekonomi terbesar di pelabuhan ini berupa bongkar muat komoditas CPO atau Crude Palm Oil yang merupakan salah satu komoditas alam terbesar yang dihasilkan Pulau Sumatera. Di pelabuhan Belawan Rerata kuantitas komoditas ekspor andalan Indonesia ini mencapai 51 juta ton/tahun. selain CPo, ada pula komoditas berupa bungkil ( semacam amapas dari minyak kelapa sawit ) dimana nilai ekspornya mencapai 985 ribu ton/tehun. sedangkan untuk kepentingan mobilisasi angkutan penumpang, terminal penumpang Pelabuhan Belwan bisa menumpang 3100 orang penumpang baik dari dalam maupun keluar daerah.
Nah, ternyata nih bukan hanya Eksotisme ekonomi dan transportasi yang menjadi satu-satunya keindahan Pelabuhan Belawan. Di malam hari, kerlipan berbagai lampu dan berbagai instalasi darat Pelabuhan Belawan dan juga kapal-kapal yang singgah sayang tisak dinikmati. dengan keadaan sepaerti itu, minimal nih pengunjung bisa mengambil beberapa kerlip lampu-lampu berdaya besar tersebut atau bisa sekadar mengagumi konstruksi kapal-kapal besar yang singgah.
Nah, Lokasinya sendiri pastinya ada di kota Medan bukan? Pelabuhan ini berada sekitar 27 km ke arah utara kota Medan. Untuk menuju tempat ini, gak terlalu sulit. Kita bisa gunakan semua moda transportasi angkutan umum yang tersedia di Kota Medan, kalo pun berminat, bisa mencoba moda becak bermotor khas kota medan yang tersedia merata di kota Medan.

           Wisata Sejarah


1. Istana Maimoon



Istana Maimoon beraksitektur Melayu, dan bercorak Eropa ini menjadi simbol kemajuan dan kemakmuran ekonomi dan pluralisme budaya pada masa pemerintahan Kesultanan Deli. Istana Maimoon ternyata bukanlah satu-satunya istana di lingkungan Kesultanan Deli, namun keberadaan istana-istana yang lain sudah tidak terlihat lagi. Pada saat ini Istana Maimoon dibuka untuk umum. Didalam istana ini kita bisa melihat singgasana sultan dan permaisurinya. Pengunjung dapat duduk dan berfoto disana. Ruangan bagian tengah sebelah kanan, terdapat tempat duduk yang ebar berwarna kuning, yang pada masa lalu merupakan tempat dimana sultan dan permaisuri duduk bersantai. Di tengah ruangan utama terpasang bola lampu made in Italia yang terlihat mewah dan indah. Banyak foto keluarga kesultanan dipajang di dinding dan diatas bufet.
Lokasi Istana ini sendiri berada di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimoon pastinya di Kota Medan.
Jangan takut, akses menuju ke lokasi ini sangat mudah, karena Kelurahan Aur sendiri berada di tengah kota
Medan. Banyak angkutan umum yang lalu lalang meewati lokasi ini, seperti taxi, angkutan umum, becak mesin dan becak dayung. Nah, karena lokasinya yang yang berada di tengah Kota Medan, tidak sulit untuk mencari penginanapan. Restoran dan Kedai makanan juga mudah ditemukan di sekitar lokasi ini.
Apabila pengunjung membutuhkan penjelasan mengenai sejarah, di dalam Istanan Maimoon disediakan guide. Pengunjung sendiri dapat berfoto tanpa ada larangan, namun ada tempat-tempat tertentu dalam Istana yang tidak boleh diduduki. selain itu ada tempat penyewaanbaju melayu ( untuk bergamabar ).

2. Masjid Raya Al Mashun
Masjid Raya Al Mashun yang menjadi salah satu ikon kota Medan sebagai "kota tua", bukan sekedar bangunan tua yang memiliki bentuk dan gaya arsitektur, serta ragam hias yang unik, tetapi juga merupakan manifestasi dari ketaatan dan kepatuhan Sultan Deli dan rakyatnya kepada Tuhan yang maha kuasa. Dengan melihat bentuk dan segala macam ragam hias yang memenuhi bangunan mesjid, pengunjung akan terkagum-kagum terhadap pencapaian seni arsitektur pada masa kaejayaan Kesultanan Deli. Dengan Melihat keseluruhan bangunan Masjid Raya Al Mashun, kita akan menyadari betapa Islam telah berkembang pesat saat itu dengan nilai-nilai keislaman sebagai pegangan hisup sultan Deli beserta rakyatnya. Aura Masjid Raya Al Mashun sebagai bangunan yang mengandung nilai sejarah sangat penting sudah akan terasa sebelum para pengunjung melewati pintu gerbang masjid. Dimana, ada sebuah papan di pintu gerbang masjid yang bertuliskan "Anda memasuki Kawasan Wajib Berbusana Muslim" dan dibawahnya tertera tujuh tindakan yang terlarang dilakukan di area kompleks masjid, semakin menambah kesakralan masjid.
Lokasi Masjid ini sendiri berada di persimapangan jalan anatara Jl. Masjid Raya dan Jl. Sisingamangaraja, Medan. Posisi Masjid Raya yang berada di jantung kota Medan memudahkan siapa saja untuk mengunjunginya. Dari Bandara, Terminal, dan Atau stasiun Kereta Api, para pelancong dapat mencapai lokasi masjid dengan menggunakan becak bermotor dan angkutan kota yang banyak lalu lalang di depan masjid. Jika ingin terhindar dari panasnya kota Medan, Anda dapat menggunakan jasa Taxi, tentu dengan harga yang relatif mahal. Masjid Raya Al Mashun memiliki guide-guide yang dapat memandu dan menjelaskan sejarah dan keistimewaan masjid tersebut. Jika ingin menikmati suasana malam di Masjid Raya Al Mashun, maka disekitar masjid terdapat beragam penginapan selain itu bagi anda yang sangat hobi berbelanja, di sekitar masjid juga terdapat pusat perbelanjaan modern di kota Medan.

3. Kuil Shri Mariamman

Bangunan kuil ini mirip dengan kuil Hindu Shri Mariamman yang ada di Singapura dan Penang, Malaysia. Arsitekturnya dipengaruhi kebudayaan India, seperti terlihat pada hiasan gopuram (gapura) berwarna hijau yang ada di pintu gerbang kuil. Di samping itu, di atas pintu gerbang kuil, ada tulisan “Perhimpunan Shri Mariamman Medan, Shri Mariamman Kuil” dan dua buah gambar malaikat yang sedang membawa kalung bunga yang besar, sedangkan di atas kuil, ada sebuah patung gajah sebagai perlambang hewan suci dalam kepercayaan Hindu.
Tiang dan lantai kuil terbuat dari marmer dan dilapisi karpet hijau. Di langit-langit kuil tergantung hiasan beberapa lampu mewah. Di dalam kuil ini, terdapat tiga ruang utama tempat untuk berdoa. Di dalamnya, terdapat tiang kayu berwarna coklat yang berdiri tegak di atas semen persegi empat. Dan di sekeliling ruangan kuil terdapat gambar dan patung para Dewa, seperti Dewa Ganesha, Wisnu, Siwa, Dewi Kali (Durga), dan Dewi Aman.
Selain dapat menikmati keindahan kuil dengan nuansa religius yang sangat kental, para pelancong juga dapat merasakan suasana toleransi yang cukup kental di sekitar bangunan kuil. Di tempat ini, pengunjung dapat menyaksikan beragam etnis dan suku bangsa hidup rukun dan saling menghormati.
lokasinya :
kawasan Kampung Keling (Little India), Kecamatan Petisah, Kota Medan, Sumatra Utara, Indonesia.
Akses menuju ke lokasi ini sangat mudah, karena kuil ini berada di tengah Kota Medan, tepatnya di kampung Keling. Banyak angkutan umum, seperti taksi, angkot, dan becak mesin yang lalu lalang di Jalan Gatot Subroto, melewati lokasi ini.

4. Masjid Al-Osmani
Pada setiap perayaan hari besar keagamaan, seperti Nuzulul Quran, Maulid Nabi, dan Isra’ Mi’raj, masjid ini selalu ramai dipadati oleh kaum muslimin, dan akan semakin melimpah ketika memasuki bulan Ramadhan. Pada bulan Ramadhan masjid ini selalu diramaikan dengan acara buka puasa bersama dengan menyajikan masakan khas Masjid Al-Osmani, yaitu berupa bubur pedas. Banyak orang atau para musafir yang datang ke masjid ini hanya untuk berbuka puasa dengan makanan khas tersebut.
Di samping aktivitas keagamaan, secara arsitektur masjid ini merupakan pengejawantahan dari akulturasi kebudayaan lokal dan asing, seperti India, Timur Tengah, dan Belanda. Tiang-tiang masjid ini bergaya morrish dengan kubah tunggal bersegi delapan. Lingkungan masjid cukup asri ditambah dengan halaman masjid yang cukup luas.
lokasinya sendiri berada di Jalan Yos Sudarso, KotaMedan.
Akses menuju ke lokasi ini sangat mudah karena masjid ini berada di Jalan raya Medan–Belawan yang berjarak lebih kurang 12 km dari pusat Kota Medan. Banyak angkutan umum, seperti angkot, taksi, dan becak mesin dari Bandara Polonia
Medan yang lalu lalang melewati lokasi ini.

5. Masjid Lama gang Bengkok



                       Wisata Kuliner
1. Medan Walk
Nah, yang satu ini pastinya anak-anak Medan, dah familiar banget sama tempat ini, yah iyalah ini tempat tongkrongan terlaris buat anak medan. Banyak banget Restaurant yang berjejer di tempat ini, jadi buat yang suka makan, ini tempat yang cocok banget buat kamu untuk memanjakan lidah dan perut kamu......., Kamu bisa milih, mana tempat yang menurut kamu makanan dan minumanya enak (kalo menurut aku sih, semuanya enak ...... :) ) Bukan hanya Resto yang ada disini loh, hiburan juga banyak bisa kamu temuin disini, jadi selain Makan kamu juga bisa refreshing dengan hiburan yang ada disini, karena di tengah Merdeka Walk ini kadang-kadang diadakan event seperti konser yang biasanya bukan hanya menampilkan bintang-bintang lokal tapi juga mendatangkan bintang-bintang ibu kota " Jakarta ". Kamu juga bisa merasakan indahnya malam dengan nongkrong di kawasan lapangan merdeka yang tepat berada di belakang merdeka walk....

 2. Rujak Aceh Samalanga

Rujak Aceh Samalanga berada di sebuah warung makan khas Aceh. Di warung itu tidak hanya rujak Aceh Samalanga yang dijual, namun juga mie Aceh, martabak telur, dan roti cane. Rujak Aceh Samalanga merupakan kuliner terfavorit di warung itu. Setiap hari banyak pembeli yang datang ke sana dan setiap hari pula rujak Aceh Samalanga habis terjual. Rujak Aceh ini dijual dari pukul 11:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB.
Keistimewaannya terletak pada cita rasanya yang asam, manis dan pedas. Bahan-bahan yang digunakan relatif sama seperti pembuatan rujak pada umumnya, yang terdiri dari buah mangga, pepaya, kedondong, bengkuang, jambu air, nenas, dan timun, namun bumbu-bumbu yang digunakan, memiliki ciri khas tersendiri seperti garam, cabe rawet, asam jawa, gula aren (merah) yang cair, kacang tanah dan pisang monyet (pisang batu). Selain itu cara pembuatannya juga menarik, di atas tempat ulekan yang besar, yang terbuat dari kayu jati yang didatangkan dari Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireun. Ketrampilan mengolah rujak dari seorang penjual yang bernama Sahirman, sangat menarik untuk dilihat. Sahirman mengatakan bahwa rujak Aceh Samalanga sekali dibuat di dalam tempat ulekan yang besar itu adalah untuk 50 porsi. Dalam sehari ia biasanya membuat hingga tujuh kali, kecuali hari Minggu, ia membuat hingga sepuluh kali.
Cara penyajiannya dilakukan dengan dua cara, yaitu pertama ditaruh di dalam piring dan yang kedua ditaruh di atas daun pisang. Pembeli yang makan di warung, biasanya disediakan di dalam piring, sedangkan yang akan dibawa pulang, biasanya dibungkus dengan daun pisang atau dibungkus kertas yang di dalamnya sudah dilapisi daun pisang.
Warung ini berada di Kelurahan Sei Putih Timur, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia.
Akses menuju ke lokasi ini sangat mudah, karena warung ini berada di Jalan Gatot Soebroto di persimpangan Jalan Pasundan No. 220. Banyak angkutan umum yang lalu lalang melewati lokasi ini, seperti taxi, angkutan umum, becak mesin, dan becak dayung.
Harga per porsinya (dalam piring) sebesar Rp. 5.000,00 (Maret 2008) dan harga per porsi yang dibungkus sebesar Rp. 7.000,00 (Maret 2008). Rujak yang dibungkus lebih banyak porsinya daripada yang di dalam piring.
Oleh karena lokasinya berada di tengah Kota Medan, dengan demikian tidak sulit mencari penginapan kelas melati atau pun hotel berbintang.

          Wisata Minat Khusus

1. Universitas Sumatera Utara

Pada saat ini, Universitas Sumatera Utara berkembang pesat dengan mengelola beberapa program pascasarjana S-2 dan S-3, dan seratus lebih program studi, serta beberapa lembaga penelitian. Semua ini didukung oleh kapasitas dan koleksi buku-buku di perpustakaan universitas yang lengkap. Perpustakaan ini menjadi salah satu perpustakaan terbaik di Indonesia. Dan, untuk meningkatkan kualitas lulusan univeritas di tengah persaingan kerja yang semakin kompetitif, pihak universitas telah melakukan kerjasama dengan beberapa universitas di luar negeri dengan membuka program double degree.
Universitas ini juga memfasilitasi aktivitas para mahasiswa dengan membangun gedung-gedung olahraga dan kesenian sebagai media ekspresi kreativitas mahasiswa. Di samping itu, berbagai kegiatan seminar, simposium, dan konferensi berskala nasional dan internasioal sering diadakan di dalam universitas.
Universitas Sumatera Utara berada di Jalan Dr. T. Mansur, Kota Medan, Sumatra Utara, Indonesia.
Akses menuju ke lokasi ini sangat mudah karena Universitas Sumatera Utara berada di Kota Medan. Banyak angkutan umum yang lalu lalang melewati lokasi ini, seperti taksi, angkutan umum, dan becak mesin.
Pelancong yang berkunjung ke Universitas ini tidak dipungut biaya.
Oleh karena lokasinya berada di tengah Kota Medan, maka tidak sulit mencari penginapan kelas melati atau pun hotel berbintang. Restoran dan kedai makanan juga mudah ditemukan di sekitar lokasi.

2. Bandara Polonia

3. Kantor Pos

Letak kota Kontor Pos Medan yang berada dikawasan pusat kota, memudahkan akses bagi wisatawan yang ingin menelusuri berbagai wisata di pusat kota. Kawasan Kantor Pos Medan ini juga merupakan titik nol Kota Medan yang dapat membantu wisatawan menaksir jarak perjalanan ke objek wisata yang tersedia di Kota Medan.
Di sekitar kantor pos juga terdapat beberapa bangunan tua peninggalan Belanda dengan gaya arsitekstur transisi, seperti bank dan dua buah hotel. Bagi para penikmat arsitekstur, kawasan tersebut tentunya bisa menunjukkan historisitas arsitekstur dan perkembangan tata letak Kota Medan. Bangunan-bangunan tersebut mengelilingi sebuah lapangan yang saat ini dijadikan pusat berkumpul bagi warga Medan. Suguhan nuansa kolonial dan modernitas kota Medan ini terasa pas dinikmati wisatawan terutama pada sore hari.
Selain itu bagi para pencinta filateli dan sejarah pos, Kantor Pos Medan juga menyediakan etalase koleksi-koleksi perangko. Kantor pos ini juga sering digunakan sebagai tempat berkumpulnya komunitas filateli, meskipun sekarang peminatnya semakin berkurang.
Kantor Pos Medan dan kawasannya tentu juga bisa memenuhi hasrat fotografi wisatawan. Objek-objek di kawasan ini bisa dirangkum dalam tema keadaan tempo dulu kota Medan. Koleksi tersebut terutama didapat dari objek-objek bangunan dengan corak arsiteksturnya serta ornamen-ornamennya. Dari koleksi tersebut, wisatawan dapat membandingkan Kota Medan dulu hingga sekarang.
lokasinya sendiri,
Kantor Pos Medan terletak di Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara. Secara administratif, kantor pos bernomor pendirian 20000 ini terletak di Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat.
Kantor Pos Medan dapat diakses oleh semua jenis moda angkutan darat dari berbagai penjuru. Wisatawan dapat menggunakan jasa taksi, angkutan umum maupun kendaraan khas Kota Medan bernama bentor (becak motor). Wisatawan dapat menggunakan titik pemberhentian ke Kantor Pos Medan atau Lapangan Merdeka Medan.
Kantor Pos Medan menyediakan beberapa cinderamata berupa benda pos. Cinderamata yang antara lain berupa kartu pos tersebut, mengambil land mark lanskap depan gedung Kantor Pos Medan.
Untuk akomodasi berupa penginapan dan restoran, di kawasan Lampangan Merdeka Medan tersedia berbagai pilihan. Restoran, warung tenda maupun rumah makan di kawasan tersebut menyediakan berbagai menu khas Medan maupun dari luar kota Medan.

4. Setasiun Kereta Api Medan

5. Gedung London Medan


Letak Gedung London Medan yang berada di kawasan pusat kota, memudahkan akses bagi wisatawan yang ingin menelusuri berbagai wisata di pusat kota. Di sekitar Gedung London Medan juga terdapat beberapa bangunan tua peninggalan Belanda dengan gaya arsitekstur transisi, seperti Kantor Pos Medan, Gedung Jakarta Lloyd yang pada saat didirikan adalah kantor perusahaan pelayaran The Netherlands Shipping Company, dua buah bank swasta yang dulu merupakan gedung dari The Netherlands Trading Campany atau Nederlandsche Handel Maatschappij dan sempat menjadi Kantor Rotterdam`s Lloyd. Selain itu ada pula gedung Bank Indoensia yang dulu merupakan kantor Javasche Bank. Di samping itu di kawasan Gedung London Medan ini juga terdapat sebuah hotel peninggalan zaman kolonial.
Bagi para penikmat arsitekstur, kawasan tersebut tentunya bisa menunjukkan historisitas arsitekstur dan perkembangan tata letak Kota Medan. Salah satu fakta yang istimewa dari penelusuran historisitas tersebut diantaranya pengunjung dapat mengetahui bahwa arsitekstur kantor pusat Harrisons & Crossfield, Plc di London, Inggris justru menjiplak persis arsitektur Gedung London Medan yang notabenenya merupakan cabang perusahaannya.
Gedung London Medan dan kawasannya tentu juga bisa memenuhi hasrat fotografi wisatawan. Objek-objek di kawasan ini bisa dirangkum dalam tema keadaan tempo dulu kota Medan. Koleksi tersebut terutama didapat dari objek-objek bangunan dengan corak arsiteksturnya serta ornamen-ornamennya. Dari koleksi tersebut, wisatawan dapat membandingkan Kota Medan dulu hingga sekarang.
Gedung London Medan terletak di Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara. Secara administratif gedung ini terletak di Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat.
Gedung London Medan dapat diakses oleh semua jenis moda angkutan darat dari berbagai penjuru. Wisatawan dapat menggunakan jasa taksi, angkutan umum maupun kendaraan khas Kota Medan bernama bentor (becak motor).
Untuk akomodasi berupa penginapan dan restoran, di kawasan dekat Gedung London Medan terdapat Lapangan Merdeka Medan yang menyediakan berbagai pilihan restoran, warung tenda maupun rumah makan di kawasan tersebut menyediakan berbagai menu khas Medan maupun dari luar kota Medan.

         Wisata Berbelanja


1. Petisah

Pasar Petisah merupakan salah satu pasar tradisional yang cukup terkenal di Kota Medan. Pasar yang seusia Kota Medan ini selalu ramai dikunjungi oleh para pembeli, termasuk oleh para pelancong yang datang dari luar Kota Medan. Para pelancong tersebut biasanya membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang.
Di pasar yang bertingkat dua ini, para pengunjung dapat menemukan berbagai macam dagangan, mulai dari sayur-mayur, ikan asin, sampai busana dan perlengkapan elektronik. Barang-barang elektronik, pakaian jadi, dan furniture berada di lantai atas, sedangkan para penjual sayur dan buah-buahan berada di lantai bawah. Di pasar ini juga banyak yang menjual hasil kerajinan tangan khas Sumatra Utara seperti patung kayu, gelang, kalung, tas anyaman, cincin, dan tikar anyaman. Untuk kerajinan bordir dan kebaya menempati lokasi di lantai satu dan beberapa berada di luar pasar dekat tempat parkir, sehingga cukup mudah dijangkau. Para pengunjung yang ingin membeli kebaya, dapat langsung memilih beraneka model dan warna yang banyak tersedia. Dan jika ingin membuat kebaya yang didesain sendiri, di lokasi ini juga tersedia para penjahit yang siap membuatkan kebaya yang sesuai dengan keinginan pembeli.
Di samping itu, di pasar ini juga dijual berbagai manisan buah tanpa bahan pengawet, seperti manisan buah mangga, kedondong, salak, rambutan, dan jambu biji, sehingga merupakan tempat yang ideal bagi penikmat manisan. Hal yang menarik adalah di sekitar botol-botol manisan, banyak dihinggapi lebah madu, sebagai penanda manisnya buah manisan.
Salah satu keistimewaan pasar ini terletak pada lokasinya yang berada di pusat kota Medan, sehingga memudahkan bagi pelancong untuk menjangkaunya. Di samping itu, walaupun pasar ini terlihat besar seperti mal, setelah mengalami renovasi pada tahun 2000, tapi nuansa pasar tradisionalnya masih sangat terasa. Di pasar ini, kita akan menemukan para pedagang dan pembeli yang beradu kepiawaian dalam menawar barang-barang yang hendak dibeli. Kegiatan tawar-menawar harga tersebut, baik langsung atau tidak, menumbuhkan keakraban antara penjual dan pembeli. Kenyaman pembeli di pasar ini juga didukung pula oleh suasana pasar yang tertata rapi dan area parkir yang tidak begitu semrawut.
Keistimewaan lainnya adalah nuansa pasar yang nampak multikultural. Para penjualnya berasal dari beragam suku bangsa, seperti Tamil-India, Cina, Padang, Aceh, Batak, Jawa, dan Melayu. Mereka umumnya memperlihatkan keramahan kepada para pembeli, sehingga cepat akrab dengan orang yang baru dikenal. Situasi pasar yang demikian nyaman akan menjadi kenangan yang tak terlupakan, khususnya bagai orang-orang yang berasal dari luar Medan.
Pasar Petisah berada di Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatra Utara, Indonesia
Akses menuju ke lokasi ini sangat mudah karena Pasar Petisah berada di tengah kota Medan. Dari Bandara Polonia Medan, banyak angkutan umum, seperti becak mesin, taksi, dan angkot yang lalu lalang melewati lokasi ini.
Banyak penginapan kelas melati ataupun hotel berbintang berada di sekitar pasar. Restoran dan kedai makanan juga dapat ditemukan di lokasi pasar.


nah, sekarang dah pada tau kan....
apa-apa saja yang ada di kota Medan nih....


Objek Wisata apa aja yang ada di kota Medan,
Dengan hal ini,
seharusnya kita bangga sama ibu kota Sumatera Utara ini...
seharusnya kita bangga bisa jadi anak Medan....
kebangaan kita terhadap kota Medan itu sendiri bisa kita tunjukkan dengan memelihara objek wisata yang udah ada atau yang udah di ciptakan sama leluhur kita.....
Jadi nantinya anak cucu kita masih bisa melihat Objek Wisata tersebut....
okok....
Horas Medan,

Tinggalkan Balasan


Fill in your details below or click an icon to log in:
Gravatar


 
 


Cari Blog Ini

Memuat...

RANDOM POST

MEONG

SMS GRATIS

CALENDER

About Me

Foto Saya
medan belawan, Sumatra Utara, Indonesia
saya tidak bnyak kata.. humoris... pntang mnyerah.. dah itu aja.... ok......
Loading...

COUNTDOWN TO GAME

BLOGGER UPP

muhammad fauzi. Diberdayakan oleh Blogger.

Text-Ads

515 loyal readers
RSS feed | E-mail

Feeds

Share it

Followers